Akurat dan Terpercaya
HomeIndeks

Longsor di Hutan Lindung Gunung Rajabasa Mendapat Reaksi Tokoh Adat Termasuk dari Desa Kuripan Lamsel

banner 120x600

Wartapro.id-Lampung Selatan,

Menanggapi terjadinya longsor di kawasan hutan lindung Gunung Rajabasa di jagad media sosial pada Rabu (1/3/2026) dan telah terbit di berbagai berita media online mendapat tanggapan dari masyarakat dan para tokoh adat dan tokoh masyarakat di bumi Khagom Mufakat Lampung Selatan.

banner 325x300

Peristiwa ini sontak memicu kekhawatiran masyarakat, mengingat peran vital gunung tersebut sebagai pelindung alami permukiman warga yang berada di sekeliling gunung serta jalur ekonomi strategis di ujung serambi pulau Sumatera.

Informasi awal mencuat dari unggahan akun Facebook “Bang Donie Reall” yang memuat laporan Ketua LPHD dan Pembina KUPS Leweng Kolot Sumur Kumbang. 

Berdasarkan data sementara, longsoran diperkirakan memiliki lebar sekitar 20 meter dan panjang mencapai 100 meter, dengan kemiringan tebing ekstrem antara 85 hingga 95 derajat.

Dalam video yang beredar, terlihat jelas perubahan signifikan pada struktur tebing. Area longsor tampak berwarna putih kekuningan dari kejauhan, menandakan terbukanya lapisan tanah dalam akibat pergeseran material dalam jumlah besar. Warga yang melakukan penelusuran langsung ke lokasi melaporkan adanya batu-batu besar yang berserakan di bagian bawah lereng.

“Warga Kalianda melakukan penelusuran langsung ke lokasi. Hasilnya menunjukkan tebing benar-benar longsor dengan material batu besar di bawahnya,” ujar suara dalam video yang kini viral di media sosial.

Menanggapi kejadian ini, para tokoh adat dan tokoh masyarakat di lereng Gunung Rajabasa bergerak cepat dengan menggelar musyawarah di Lamban Balak Marga Legun, Desa Kesugihan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi serta mencari langkah penanganan agar tidak terjadi bencana yang lebih besar, seperti yang pernah terjadi di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Sementara Yoga Pramana Aji, SH (Raden Mas Kesuma Ratu)

dari Keratuan Darah Putih Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan di konfirmasi awak media mengatakan.

“Kita juga di undang terkait persoalan gunung Rajabasa, karena sesuatu hal saya tidak bisa hadir. Namun yang pasti kita juga ikut peduli dengan keberlangsungan gunung Rajabasa sudah sejak lama. Karena jauh sebelum ada media sosial tokoh masyarakat tokoh adat dan masyarakat dengan dipimpin mendiang Jarok/Kepala Desa Muhamad Nasir (Raden Dermawan) telah beberapa kali memulai gerakan penghijauan di atas gunung Rajabasa (di mulai tahun 2002 ) guna menjaga mata air untuk pertanian dan masyarakat sekitar gunung Rajabasa”. Ungkap aden Yogha (sapaan akrab Yogha Pramana) yang juga putra mendiang Jarok/Kades M.Nasir Desa Kuripan.

Diketahui, sebelum gunung Rajabasa viral karena terjadi longsoran, Yogha Pramana telah memposting video dokumentasi Kegiatan Jarok/Kades Kuripan bersama masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat dalam kegiatan melakukan penghijauan gunung Rajabasa melalui akun fb nya @Aden Yogha (Kesuma Ratu)

Peristiwa ini juga memancing reaksi luas dari masyarakat. Sejumlah warganet menyampaikan doa keselamatan, sekaligus kritik terhadap pengelolaan kawasan hutan lindung. Mereka menilai kerusakan lingkungan di kawasan Rajabasa dapat berdampak serius terhadap stabilitas wilayah Lampung sebagai penghubung utama antara Pulau Jawa dan Sumatera.

Gunung Rajabasa sendiri memiliki ketinggian sekitar 1.281 meter di atas permukaan laut dan tergolong gunung berapi aktif. Letaknya yang berdekatan dengan Teluk Lampung dan Selat Sunda membuat kondisi lerengnya sangat krusial dalam mencegah potensi bencana lanjutan seperti banjir bandang dan longsor susulan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan maupun Kementerian Kehutanan belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. Masyarakat berharap segera dilakukan langkah mitigasi, termasuk peninjauan teknis ke lokasi guna memastikan tingkat risiko terhadap desa-desa di sekitar kaki gunung. (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *