Akurat dan Terpercaya
HomeIndeks

Macet dan Semeraut Arus Balik 2026 di Area PT.BBJ dan PT.SMA Jadi Catatan Buruk, Sopir Merugi Milyaran Rupiah

banner 120x600

Macet dan Semeraut Arus Balik 2026 di Area PT.BBJ dan PT.SMA Jadi Catatan Buruk, Sopir Merugi Milyaran Rupiah

Wartapro.id-Lampung Selatan

banner 325x300

Arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah / 2026 Masehi terjadi kesemerautan dan kekacauan luar biasa yang berpusat di akses menuju Pelabuhan BBJ dan Pelabuhan Sumur Makmur Abadi (SMA).

Ribuan kendaraan, khususnya truk angkutan sembako, buah-buahan, dan sayuran, tertahan dan menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Lintas Timur.

Kemacetan mulai terjadi sejak siang hari dan malam harinya berlanjut lagi (25/3) dan terus berlanjut hingga Kamis (26/3). Antrean kendaraan mengular lebih dari 2 kilometer.

Bukan hanya di Jalan Lintas Sumatera, kondisi di Jalan Lintas Timur, tepatnya di Desa Sumur, juga dilaporkan semerawut. Sejumlah kendaraan nekat melawan arus, memperparah kemacetan di lokasi tersebut.

Pada Jum’at pagi (27/3) terjadi lagi kemacetan di jalan Lintas Timur berpusat dari pelabuhan PT. SMA (Sumur Makmur Abadi ) desa Sumur Kecamatan Ketapang Lamsel.

Kemacetan parah tersebut berimbas pada muatan sembako serta hasil pertanian seperti buah dan sayuran mulai mengalami pembusukan. Para sopir dan pemilik barang mengaku mengalami kerugian besar yang diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Sejumlah sopir menyebut kemacetan dipicu oleh sistem pengaturan yang mewajibkan seluruh truk barang melakukan pemindaian tiket (scan) di Pelabuhan BBJ, sebelum kemudian diarahkan ke Pelabuhan Sumur Makmur Abadi.

“Sudah antre lama, setelah scan malah dialihkan lagi. Ini yang bikin macet makin panjang,” ujar Hongki, sopir truk pengangkut buah.

Hal senada disampaikan Reno, pemilik barang, yang mengaku merugi besar akibat keterlambatan distribusi.

Sementara itu, Pelabuhan Wika Beton yang sebelumnya ditunjuk untuk membantu angkutan Lebaran justru tidak difungsikan sejak awal arus balik. Area parkir yang diperkirakan mampu menampung 200 hingga 300 truk terlihat kosong.

Pelabuhan tersebut baru mulai dioperasikan setelah kondisi di Jalan Lintas Timur mengalami kepadatan parah.

Situasi berangsur membaik setelah dua kapal tambahan dikerahkan untuk mengurai antrean kendaraan. Meski demikian, kemacetan sempat menimbulkan dampak signifikan terhadap distribusi logistik.

Para sopir dan masyarakat menilai bahwa arus balik lebaran 1447 Hijriyah 2026 Masehi menjadi catatan buruk  khusus di kawasan pelabuhan BBJ dan PT. Sumur Makmur Abadi. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *