Akurat dan Terpercaya
HomeIndeks
Berita  

Wakil Bupati Semarang Turun Tangan: Selamatkan Mbah Supi dari Gubuk Reyot, Bukti Pemimpin Hadir di Saat Paling Sulit

banner 120x600

KAB SEMARANG- Saat sebagian memilih diam di hadapan penderitaan, Wakil Bupati Semarang, Dra. H. Nur Arifah, justru memilih hadir dan bertindak. Sabtu (25/5/2025) pukul 11.00 WIB, Nur Arifah menjenguk Mbah Supi, seorang lansia yang tengah dirawat di rumah sakit dan selama delapan bulan terakhir hidup seorang diri di sebuah gubuk reyot di Dusun Karang Joho, Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

banner 325x300

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Camat Bawen Dewanto Laksono, Babinsa Serka Eko, Kepala Desa Samban H. Maduri, Kepala Dusun Karang Joho Parwito, PKSK Bawen Jarwanto, dan sejumlah warga setempat. Mereka bersama-sama menyaksikan kondisi mengenaskan rumah Mbah Supi yang nyaris roboh dan tak layak disebut sebagai tempat tinggal.

“Saya benar-benar tidak tega. Tidak ada satu pun warga yang pantas tinggal dalam kondisi seperti ini. Atas nama kemanusiaan dan pemerintah, saya tidak rela membiarkan Mbah Supi kembali ke tempat itu,” ujar Nur Arifah dengan nada haru.

Kepedulian ini bukan sekadar retorika. Wakil Bupati langsung menginstruksikan langkah cepat agar Mbah Supi mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak setelah keluar dari rumah sakit. Berdasarkan informasi medis, Mbah Supi rencananya akan dipulangkan pada Senin atau Selasa mendatang.

Untuk sementara, Pemkab Semarang tengah menyiapkan rumah singgah sebagai tempat tinggal sementara, sembari merancang solusi jangka panjang berupa hunian tetap yang aman, nyaman, dan layak bagi Mbah Supi.

“Ini bukan hanya tugas birokrasi. Ini panggilan hati. Kami ingin memastikan bahwa Mbah Supi bisa menjalani hidup dengan lebih bermartabat,” tegas Nur Arifah.

Tak hanya pemerintah, warga sekitar pun menunjukkan kepedulian. Selama delapan bulan terakhir, satu-satunya yang rutin membantu Mbah Supi adalah seorang warga yang dengan penuh dedikasi memberi makan dan minum meski dalam keterbatasan. Parwito, Kepala Dusun Karang Joho, turut mengungkapkan rasa syukurnya.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian Ibu Wakil Bupati. Kami memang peduli, tapi saya pribadi punya tanggung jawab keluarga yang membuat saya tidak bisa selalu maksimal dalam membantu,” ujar Parwito.

Langkah empatik Wakil Bupati ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Bukan hanya karena keberpihakan kepada warga kecil, tapi karena membuktikan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang hadir di saat rakyat paling membutuhkan.

Melalui kisah Mbah Supi, Pemkab Semarang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bangkitkan solidaritas, membangun kesadaran kolektif, dan bergerak bersama membantu mereka yang selama ini hidup dalam sunyi. Karena pada akhirnya, wajah sejati sebuah pemerintahan tercermin dari keberaniannya berpihak pada yang paling lemah.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *