Akurat dan Terpercaya
HomeIndeks
Berita  

DLHD Lampung Cek Lokasi Pencemaran Limbah Diduga Dari PT Menggala Sawit Indo

banner 120x600

Wartapro.id _ Tulang Bawang – Meski terlambat, akhirnya Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Provinsi Lampung melakukan pengecekan lokasi pencemaran limbah diduga dari pabrik sawit PT Menggala Sawit Indo, Kampung Lingai, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulangbawang, Sabtu (04/08/2024).

Pihak DLHD turun langsung ke lokasi pencemaran limbah dan ke lokasi pabrik sawit PT Menggala Sawit Indo guna mengambil sampel air yang tercemar untuk diuji di laboratorium.

banner 325x300

Sayangnya, terkait turunya DLHD Lampung ke lokasi pencemaran limbah yang diduga dari pabrik sawit PT Menggala Sawit Indo itu, pihak DLHD Lampung belum dapat dikonfirmasi.

Sebelumnya bagian Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Tulangbawang juga turun ke lokasi pencemaran limbah diduga dari pabrik sawit PT Menggala Sawit Indo, Kamis (01/08/2024).

Kasatreskrim Polres Tulangbawang AKP Indik Rusmono, membenarkan anggotanya bagian Tidpidter telah melakukan pengecekan ke lokasi pencemaran limbah yang diduga dari pabrik sawit PT Menggala Sawit Indo.

“Sudah kita cek. Kita masih menunggu hasil laboratorium yang akan dilakukan oleh DLHD Lampung,” katanya.

Kepala Kampung Kepala Kampung Lingai, Kecamatan Menggala Timur, Selfi Novia, didampingi sekretaris kampung, Soleh, menyayangkan tidak adanya koordinasi pihak DLHD Provinsi Lampung, terkait pengecekan dugaan diduga pencemaran limbah PT Menggala Sawit Indo.

“Tidak ada koordinasi (DLHD Provinsi Lampung) dengan pemerintah Kampung Lingai saat turun melakukan pengecekan. Kalau ada koordinasi semestinya akan kami tunjukan titik-titik sungai yang tercemar. Termasuk titik dimana dari tempat pembuangan kolam limbah terakhir ke sungai” terangnya, Minggu (04/08/2024).

Jika perlu, lanjutnya, pihak DLHD Provinsi bisa bertanya atau meminta keterangan secara langsung kepada masyarakat.

“Selain mencemari ekosistem sungai, akibat limbah itu juga menghambat aktivitas masyarakat atau petani khususnya sayur-mayur,” ulasnya.

Hingga kini pihak PT Menggala Sawit Indo masih belum dapat dikonfirmasi terkait pencemaran aliran sungai diduga dari limbah pabrik tersebut.

Diberitakan sebelumnya, aliran sungai yang mengairi sawah warga kampung itu berubah warna menjadi hitam pekat dan sejumlah ikan tampak mati sejak Selasa, (30/07/2024).

Soleh warga Kampung Lingai, mengatakan dugaan pencemaran sungai yang diakibatkan oleh pabrik kelapa sawit diduga mulai terjadi sejak, Selasa 30 Juli 2024.

“Kondisi air sungai mulai menghitam dan ikannya ditemukan warga pada mati itu terjadi sejak kemarin,” kata Soleh, Rabu (31/07/2024).

Akibat dugaan pencemaran itu, membuat resah warga karena sungai menjadi salah satu sumber penghidupan warga. Pasalnya air sungai itu menjadi satu-satunya sumber air mengairi sawah.

“Selain merusak ekosistem sungai, air limbah ini juga dapat merusak tanaman padi warga disini. Bahkan dulunya disini yang sempat ada petani nanam genjer, sekarang enggak bisa lagi, karena airnya kurang bagus,” katanya.

Soleh mengaku, masyarakat sempat menanyakan perihal perubahan warna air sungai ke pihak perusahaan. Pihak perusahaan menyatakan, air limbah berwarna hitam pekat itu justru dapat berguna sebagai pupuk tanaman warga.

“Dulu pernah ditanyain kok air limbahnya hitam. Kata mereka ini pupuk, bagus untuk tanaman. Tapi kenyataannya enggak layak untuk ekosistem air, ini pencemaran,” katanya.

Ia berharap, pemerintah daerah dapat memberikan sanksi terhadap perusahaan pengolah kelapa sawit yang diduga tidak ramah terhadap lingkungan itu.

Dari pantauan di lapangan, air sungai yang diduga tercemar limbah itu tampak hitam pekat bercampur minyak dan tampak ikan mati mengambang. Aliran sungai yang diduga telah tercemar itu juga mengairi sejumlah sawah warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Menggala Sawit Indo belum dapat dikonfirmasi. Wartawan sempat mendatangi kantor perusahaan, namun petugas keamanan menyatakan tidak ada pihak perusahaan yang dapat ditemui.

“Orangnya pada keluar, enggak ada di kantor,” kata salah satu Satpam yang berjaga di pintu masuk perusahaan. (Kif)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *