Akurat dan Terpercaya
HomeIndeks

Bagai Seorang Mafia, Oknum Petugas KSOP Todongkan Pistol ke Operator Get Out Pelabuhan Bakauheni

banner 120x600

LAMSEL, WARTAPRO.ID – Oknum petugas Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung menunjukkan aksi yang tak patut ditiru. 

Bagai seorang mafia dalam film action, oknum petugas KSOP yang berinisial YN tersebut menodongkan airsoft gun kepada operator tiket kendaraan di Dermaga Pelabuhan Penyebrangan Bakauheni, bernama M Iksan. 

banner 325x300

Bukan hanya mengacungkan senjata, YN juga menarik pelatuk airsoft gun hingga adanya suara letusan. Beruntungnya, senjata tersebut tidak ada pelurunya, sehingga tidak melukai operator get out Pelabuhan Bakauheni. 

Kejadian penodongan pistol oleh oknum petugas KSOP Bakauheni tersebut terjadi sekitar pukul 04.50 wib subuh, Jumat (3/1/2025). 

Insiden itu bermula, saat oknum petugas KSOP yang berlaku seperti seorang preman tersebut hendak keluar dari kawasan pelabuhan Bakauheni melalui pintu keluar (Get Out) yang dijaga oleh M Iksan. 

Ia mengendarai mobil Toyota Rush dengan plat nomor BE 1563 ALG warna hitam. Diketahui, oknum KSOP saat itu keluar dari kawasan pelabuhan seorang diri. 

Kemudian, Iksan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagaimana biasanya dengan melakukan scan barcode tiket dengan tarif kendaraan sesuai ketentuan. Setelah barcode tiket di pindai, muncul harga Rp41 ribu. 

Alih-alih membayar tarif tiket, oknum KSOP tersebut malah ngotot dan memaksa keluar tanpa mau membayar. 

“Setelah saya pindai dia gak terima, terus dia bilang dari KSOP. Dia terus memaksa keluar,” Kata M Iksan kepada wartawan dengan mimik wajah trauma ketakutan. 

Selain terus memaksa, oknum preman berdalih petugas KSOP itu kemudian mengeluarkan pistol yang dketahui jenis airsoft gun dan menodongkan ke arah operator get out Pelabuhan Bakauheni. 

“Tiba-tiba mengeluarkan senjata (Pistol Airsoft gun) yang diarahkan ke saya. Ada suara letusannya,” lanjut Iksan menguraikan insiden premanisme dari oknum petugas KSOP Bakauheni. 

Setelah adanya letusan dari airsoft gun tanpa peluru tersbut, Iksan lantas panik dan membuka gate dengan menggunakan plat nomor kantor ASDP Bakauheni. 

“Gate sudah kebuka tapi dia masih belum langsung keluar. Masih sempet maki-maki saya,” lanjutnya. 

Dari insiden itu, M Iksan kemudian melapor ke Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni guna ditindaklanjuti secara hukum. 

Saat ditanya apa sikap Iksan apabila ada upaya mediasi untuk melakukan perjanjian damai, Iksan menolak. “Tidak mau bang. Semoga bisa di proses secara hukum,” Tukasnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Ferry Hendry Yamin selalu Kabid Petugas Keselamatan Berlayar dan Patroli KSOP Bakauheni, membenarkan peristiwa penodongan anggotanya dengan airsoft gun tersebut. 

“Ya benar, saat ini kita masih melakukan upaya mediasi di kantor KSKP Bakauheni,” kata dia. 

Ferry juga menyayangkan tindakan anggotanya yang berlaku arogan terhadap orang lain. Rencananya, oknum yang bersangkutan bakal diberikan sangsi sesuai ketentuan. 

“Ya, akan kita beri sangsi. Sudah dulu ya,” pungkasnya, menutup panggilan telepon dari media Tiga Pena Indonesia. 

Sementara, Kepala KSKP Bakauheni AKP Firman Widyaputra mengatakan, korban sudah melaporkan insiden tersebut ke kantor KSKP Bakauheni. 

“Setelah menerima laporan, petugas kemudian melakukan olah TKP dan pemeriksaan cctv serta pemeriksaan saksi,” ucap dia. 

AKP Firman juga mengungkapkan, oknum petugas KSOP yang melakukan tindakan penodongan senjata ke operator get out Pelabuhan Bakauheni saat ini sudah diamankan. 

“Ya, orang yang bersangkutan sudah kita amankan. Untuk motif nya apa saat ini masih kita dalami,” pungkasnya. 

Sedangkan, Humas ASDP Bakauheni Syaiful Harahap saat dikofirmasi menyayangkan tindakan oknum petugas KSOP yang membuat gaduh dan mengganggu kenyamanan  di area Pelabuhan.

Saat disinggung apakah insiden ini menjadi tolok ukur bahwa oknum KSOP tidak menghargai petugas ASDP bahkan bisa terbilang menginjak harga diri ASDP, Syaiful tak menampik. 

“Saya sepakat dengan kalimat itu.” Tutup Syaiful membenarkan penganggapan soal tidak adanya rasa saling menghargai antar petugas di Pelabuhan Bakauheni. (*/Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *