Akurat dan Terpercaya
HomeIndeks

Rusak Parah, Jalan Penghubung Dua Kelurahan di Kandangan Jadi Sorotan Warga: Truk Tambang Dituding Jadi Biang Kerok

banner 120x600

SEMARANG- Kondisi jalan penghubung antara Kelurahan Kandangan dan Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, kian memprihatinkan. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi pergerakan warga kini berubah menjadi lintasan penuh lubang, genangan air, dan debu tebal akibat lalu-lalang truk tambang bermuatan batu dari PT Jaya Kencana Beton (JKB).

banner 325x300

Bagi warga, kerusakan jalan ini bukan sekadar ketidaknyamanan, tapi sudah menjadi ancaman keselamatan. Beberapa pengendara motor dikabarkan terjatuh akibat lubang dalam yang tersebar di sepanjang ruas jalan.

“Jalan ini jalur utama kami menuju jalan Solo–Semarang. Tapi rusaknya sudah parah sekali, apalagi kalau habis hujan, lubangnya tertutup air. Sudah sering orang jatuh di sini,” keluh Sutrisno (45), warga Dusun Geneng, Selasa (30/10/2025).

Warga menilai pemerintah lamban merespons persoalan tersebut, padahal kerusakan sudah berlangsung lama. Mereka mendesak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang dan pihak perusahaan tambang segera mengambil langkah konkret.

“Kalau terus dibiarkan, bisa-bisa nanti ada korban. Kami minta Pemkab dan pihak tambang tanggung jawab bersama, karena truk-truk besar itu jelas memperparah kerusakan,” tambah Sutrisno.

Kepala Desa Kandangan, Paryanto, membenarkan bahwa jalan tersebut memang kerap dikeluhkan warga dan berada di bawah kewenangan DPU Kabupaten Semarang. Ia menjelaskan, jalan ini dulunya dibuka saat proyek pembangunan tol berlangsung beberapa tahun lalu.

“Dulu waktu pembangunan tol, tanah warga dibeli untuk dijadikan jalan alternatif. Saat itu pemeliharaannya ditangani Waskita. Setelah proyek selesai, seharusnya dilimpahkan ke DPU, tapi kami belum tahu apakah sudah resmi diserahkan atau belum,” terang Paryanto.

Ia menambahkan, sejak awal jalan tersebut dibangun tanpa tulangan besi, sehingga struktur perkerasannya lemah dan tidak mampu menahan beban kendaraan berat.

“Sudah dua kali diperbaiki tambal sulam, tapi karena pondasinya lemah dan tanpa tulangan, ya cepat rusak lagi,” ujarnya.

Paryanto berharap pemerintah daerah segera turun tangan, terutama karena jalan itu menghubungkan dua kelurahan dengan aktivitas ekonomi padat dan menjadi akses vital warga menuju pasar dan sekolah.

“Jangan tunggu rusak makin parah atau ada korban. Kami harap DPU dan pihak JKB bisa duduk bersama mencari solusi perbaikan yang permanen,” tegasnya.

Sementara itu, pengamat infrastruktur daerah, Bambang Prihantoro, menilai persoalan ini mencerminkan lemahnya koordinasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam menjaga fasilitas publik.

“Ketika aktivitas industri menimbulkan dampak pada infrastruktur, tanggung jawab tidak bisa sepenuhnya dibebankan pada pemerintah. Perusahaan tambang juga wajib ikut memperbaiki atau menyediakan jalur khusus angkutan berat,” jelas Bambang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Jaya Kencana Beton maupun Dinas PU Kabupaten Semarang terkait rencana perbaikan jalan penghubung dua kelurahan tersebut.

Masyarakat berharap, pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi ini, sebab jalan tersebut menjadi urat nadi warga untuk beraktivitas dan penggerak roda ekonomi lokal.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *